12 March 2013

Kevin Systrom, Pembesut 'Balita' USD 1 Miliar Instagram



Awalnya hanya hadir untuk aplikasi iOS saja, tapi Instagram akhirnya begitu populer sebagai jejaring sosial berbasis foto. Puncaknya, saat layanan ini hadir di Android dan menerima pinangan Facebook dengan mahar USD 1 miliar.

Kesuksesan Instagram tak terlepas dari salah satu pendiri dan CEO-nya, yakni Kevin Systrom. Dia yang kini menjadi miliuner muda pernah bekerja di perusahaan ternama seperti Twitter dan Google.

Bekal itu pula yang menjadikannya berani untuk berdiri sendiri dan membangun startup yang kemudian hari dalam waktu singkat menjadi raksasa jejaring sosial baru.

Seperti apa sepak terjang Kevin Systrom dan bagaimana kesehariannya? Simak perjalanannya yang dirangkum detikINET dari IB Times, Senin (11/3/2013).

1. Besar di Kota Kecil

Systrom dibesarkan di sebuah kota kecil bernama Holliston di HMassacahusetts, Amerika Serikat. Minatnya terhadap dunia komputer mulai dirasakan saat dia masih duduk di sekolah menengah pertama (SMP).

Dia akhirnya masuk ke Stanford University mengambil jurusan Management Science and Engineering. Di saat kuliah dia menerima beberapa proyek di kampusnya, seperti membuat marketplace untuk siswa dan internet radio.

Tidak seperti Bill Gates, Mark Zuckerberg atau pentolan lainnya di dunia teknologi, Systrom berhasil menyelesaikan studinya di kampus tersebut. Dia lulus pada tahun 2006.


2. Hobi Nge-DJ

Selain gemar mengutak-atik peranti lunak dan memikirkan strategi bisnis suatu perusahaan, Kevin Systrom dikenal juga menggemari musik 'ajeb-ajeb'.

Tak hanya mendengarkan, bahkan Systrom diketahui menjadikan disk jockey (DJ) sebagai hobi keduanya. Bahkan dia pernah menunjukkan kebolehannya mengolah lagu saat tampil di depan pengunjung Rain Nightclub, Palm Hotel.

Banyak yang mengatakan bahwa kemampuannya saat menjadi DJ tak kalah bagusnya dengan DJ sungguhan. Mungkin suatu hari dia akan menyeriusi pekerjaan yang terkenal dekat dunia malam tersebut.


3. Magang di Twitter & Bekerja di Google

Saat kuliah di Stanford, Systrom pernah magang atau bekerja paruh waktu di startup. Salah satunya adalah perusahaan bernama Odeo.

Bisa dikatakan Odeo adalah pengalaman magang pertamanya di startup. Di kemudian hari Odeo semakin berkembang dan dikenal sebagai penyedia layanan mikroblogging, Twitter.

Setelah lulus dari Stanford, Systrom sempat bekerja di Google sebagai manajer pemasaran produk. Systrom bekerja pada produk seperti Gmail, Google Calendar, Docs, dan Spreadsheets.

Systrom kemudian meninggalkan Google untuk bergabung Nextstop, sebuah startup yang didirikan oleh beberapa mantan karyawan Google. Walau kerjanya fokus pada pemasaran, tak jarang dia membantu membuat ide-ide dalam bentuk pemrograman.


4. Membangun Perusahaan Sendiri

Setelah bekerja di Twitter dan Google serta beberapa startup lainnya, dia mulai membangun perusahaan sendiri yang menciptakan aplikasi disebut Burbn.

Layanan Burbn ini merupakan aplikasi gabungan antara check-in di lokasi dengan unsur permainan sosial seperti Mafia Wars.

Dalam beberapa minggu aplikasi Burbn ini berhasil menggaet investor Mike Krieger. Dengan dana USD 500 ribu, Burbn siap dibesarkan olehnya.

Setelah bergabungnya Krieger, keduanya mampu membangun Burbn ke aplikasi mobile Web yang memungkinkan orang check-in lokasi, membuat rencana, mendapatkan poin untuk bergaul dengan teman-teman, posting foto, dan banyak lagi.

"Walaupun kami berhasil mengembangkan ke aplikasi iPhone, tapi rasanya berantakan, dan dibanjiri dengan fitur, " kata Systrom pada tahun 2010 .

"Ini benar-benar sulit untuk memutuskan untuk memulai dari awal, tapi kami akhirnya mengambil risiko. Kami akhirnya memangkas semua fitur Brubn, kecuali posting foto dan kolom komentar," katanya lagi.


5.Kelahiran Instagram

Awalnya ketika ingin merombak Brubn, Mike dan Systrom melihat bahwa Facebook membuat aplikasi check-in seperti Foursquare. Mereka pun memutar otak agar tak bentrok langsung dengan Facebook.

Maka tercetuslah ide untuk membuat layanan berbagi foto berbasis jejaring sosial, yang kemudian dikenal sebagai Instagram.

"Instagram berasal dari kesadaran bahwa orang tidak suka produk pertama kami. Mereka pikir itu terlalu rumit," kata Systrom.

Karena sebagian besar kode Instagram datang dari Burbn, hanya butuh waktu sekitar delapan minggu untuk membangun Instagram hanya dengan dua pengembang.

Sebulan setelah peluncuran, Instagram mampu merangkul 1 juta pengguna. Setahun kemudian, Instagram mencapai lebih dari 10 juta pengguna.

Kemudian pada tahun 2012, Instagram sukses memikat pesaingnya Facebook. Instagram akhirnya sepakat untuk menerima tawaran akuisisi dari Facebook dengan nilai USD1 miliar. Pembelian terbesar dalam sejarah Facebook.


COMMENTS